Kamis, 09 Agustus 2012

Pepohonan masih tampak hijau sepertinya

Terinspirasi oleh kegelapan malam yang sangat dingin dan ditemani bulan yang semakin malam.....
Kali ini semuanya dikejutkan oleh seorang yang berada dipojokan rumah beralaskan dinginnya es tersebut. Tatapannya tidak bergeming sama sekali dan bening seperti sinaran hampa yg terlihat darinya.

Brak.... "Apalagi yang dibuat olehmu? tak cukup kau buat keributan disini" geram mike kepada adiknya. Tapi kata-kata mike seolah angin yg tidak mendapatkan tanggapan akan kehadirannya. "Apa maumu dengan semua yg telah kau lakukan?" kali ini mike menghampiri rio sambil menatap tajam. Suasana hening mencekam di pojok pelasaran itu. Taka ada suara yang menemani dinginnya suasana dirumah itu. Senyap dan sepi hanya selir-selir angin semilir yang melenakan yang hadir menemani rio. Seperti tersengat listrik Rio tersentak kaget dengan amarah saudaranya kali ini. Ini sungguh tidak biasa dia alami. Pada keheningan itu Rio menjawab dengan menundukkan pandangan kebawah, “Aku hanya ingin semua tidak terlihat ditutup-tutupi. Semua yang dilakukan disini hanyalah topeng kepalsuan yang menutupi kekurangan kita saja. Aku hanya ingin seperti pohon yang masih hijau dilihat pada pelupuk mata dan terlihat oleh orang lain jua. Tak ada keinginan untuk membohongi orang-orang diluar sana dengan ceramahmu yang hanya dapat kau ucapkan dengan lihainya di depan mereka. Tapi sebenarnya sulit untuk kau lakukan. Dimanakah hatimu untuk menjawab itu semua ?” Kali ini Rio mengucapkan sambil berkaca-kaca menahan amarah yang ingin segera ditumpahkannya. Mike terdiam lama mendengar perkataan adiknya yang sangat menusuk hatinya seketika itu. Perkataannya bagai sengat listrik yang mengaliri listriknya ke seluruh tubuh Mike hingga tidak dapat bergerak dan berkata-kata layaknya patung mendengar kritikan. Sungguh kali ini jika ia menjawab semua pertanyaan adiknya itu sama saja masuk ke perangkap kebodohannya sendiri. Karena memang benar Mike selama ini tidak pernah perduli dengan segala sesuatu perkataan yang telah ia katakan untuk orang lain. Yang ia pikirkan hanya untuk mendapatkan kebanggan dirinya saja dan apresiasi dari hasil presentasinya. Suasana ketika itu sangat sepi dan senyap. Hanya sahutan jangkrik yang menemani kedua bersaudara ini. Malam semakin malam. Semuanya terbang melayang dengan impian dan mimpinya masing-masing. Namun kali ini malam pun menemani kegelisahan diri Mike.

Tobe continued....... Pepohonan masih tampak hijau sepertinya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

0 komentar:

Posting Komentar