Kali ini semuanya dikejutkan oleh seorang yang berada dipojokan rumah beralaskan dinginnya es tersebut. Tatapannya tidak bergeming sama sekali dan bening seperti sinaran hampa yg terlihat darinya.
Brak.... "Apalagi yang
dibuat olehmu? tak cukup kau buat keributan disini" geram mike kepada
adiknya. Tapi kata-kata mike seolah angin yg tidak mendapatkan tanggapan akan
kehadirannya. "Apa maumu dengan semua yg telah kau lakukan?" kali ini
mike menghampiri rio sambil menatap tajam. Suasana hening mencekam di pojok
pelasaran itu. Taka ada suara yang menemani dinginnya suasana dirumah itu.
Senyap dan sepi hanya selir-selir angin semilir yang melenakan yang hadir menemani
rio. Seperti tersengat listrik Rio tersentak kaget dengan amarah saudaranya
kali ini. Ini sungguh tidak biasa dia alami. Pada keheningan itu Rio menjawab
dengan menundukkan pandangan kebawah, “Aku hanya ingin semua tidak terlihat
ditutup-tutupi. Semua yang dilakukan disini hanyalah topeng kepalsuan yang
menutupi kekurangan kita saja. Aku hanya ingin seperti pohon yang masih hijau
dilihat pada pelupuk mata dan terlihat oleh orang lain jua. Tak ada keinginan
untuk membohongi orang-orang diluar sana dengan ceramahmu yang hanya dapat kau
ucapkan dengan lihainya di depan mereka. Tapi sebenarnya sulit untuk kau
lakukan. Dimanakah hatimu untuk menjawab itu semua ?” Kali ini Rio mengucapkan
sambil berkaca-kaca menahan amarah yang ingin segera ditumpahkannya. Mike
terdiam lama mendengar perkataan adiknya yang sangat menusuk hatinya seketika
itu. Perkataannya bagai sengat listrik yang mengaliri listriknya ke seluruh
tubuh Mike hingga tidak dapat bergerak dan berkata-kata layaknya patung
mendengar kritikan. Sungguh kali ini jika ia menjawab semua pertanyaan adiknya
itu sama saja masuk ke perangkap kebodohannya sendiri. Karena memang benar Mike
selama ini tidak pernah perduli dengan segala sesuatu perkataan yang telah ia
katakan untuk orang lain. Yang ia pikirkan hanya untuk mendapatkan kebanggan
dirinya saja dan apresiasi dari hasil presentasinya. Suasana ketika itu sangat
sepi dan senyap. Hanya sahutan jangkrik yang menemani kedua bersaudara ini.
Malam semakin malam. Semuanya terbang melayang dengan impian dan mimpinya
masing-masing. Namun kali ini malam pun menemani kegelisahan diri Mike.
Tobe continued....... Pepohonan masih tampak hijau sepertinya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tobe continued....... Pepohonan masih tampak hijau sepertinya







0 komentar:
Posting Komentar